Terima Kasih kerana memahami CARAku =)

aku sayang kamu dengan CARAku tersendiri..

jika mereka memilih untuk kerap bertemu,aku memilih untuk tidak bertemu..

jika mereka memilih utk kerap brhubung,aku memilih utk tdk berhubung..

jika mereka memilih untuk saling mengingati,aku memilih untuk tidak mengingatimu..

jika mereka memilih untuk saling merindu,aku memilih untuk tidak merinduimu..

kerana APA pilihanku berbeza dengan mereka?

kerana kamu BELUM tentu jadi milikku..

aku lebih senang bertemu dengan PELINDUNGku..

aku lebih suka berhubung dengan kekasihku dengan berdoa..

aku lebih selesa mengingati DIA yang sering mengingatiku..

aku sayang kamu namun aku LEBIH SAYANG DIA..

terima kasih kerana memahami caraku....

kerana aku lebih mementingkan redhaNYA dari redha insani..

::cintai DIA dahulu,pasti DIA akn memberi cinta yg terbaik untukmu::

..:::Istikarah Cinta:::..


Bersaksi cinta diatas cinta

Dalam alunan tasbih ku ini

Menerka hati yang tersembunyi

Berteman dimalam sunyi penuh do'a

Sebut nama Mu terukir merdu

Tertulis dalam sajadah cinta

Tetapkan pilihan sebagai teman

Kekal abadi hingga akhir zaman

Istikharah cinta memanggilku

Memohon petunjukmu

satu nama teman setia

Naluriku berkata

Dipenantian luahan rasa

Teguh satu pilihan

Pemenuh separuh nafasku

Dalam mahabbah rindu

diistikharah cinta..

Saturday, 10 December 2011

::: 5 KELEBIHAN AKHWAT (WANITA ) YANG DIJADIKAN SETAN UNTUK MELEMAHKAN IKHWAN (LELAKI) :::

5 KELEBIHAN AKHWAT (WANITA) YANG DIJADIKAN SETAN UNUTK MELEMAHKAN IKHWAN (LELAKI)


Akhwat adalah sosok yang sangatlah unik. Berbeda. Dan memiliki keistimewaan

 tersendiri. Islam bahkan memandang akhwat adalah sosok yang sangat spesial 


dan bahkan memberikan satu surat dalam Al-Quran untuk akhwat. An-Nisa. 


Rasulullah pun berkata bahwa sosok yang harus kita cintai setelah Allah SWT


 dan Rasulullah adalah : Ibu, Ibu, Ibu, barulah Ayah. Itu menunjukkan apresiasi


 yang sangat tinggi yang diberikan oleh islam kepada Akhwat. (Tapi orang barat


 suka bilang kalo islam itu melecehkan wanita.. Nah lho.. Mereka tidak melihat 



fakta kali ye... hehehe)









Namun Akhi, Ukhti, akhwat seringkali dibuat sebagai senjata yang Maha Dahsya

t oleh Syaitan Laknatullah untuk meluluhkan kehebatan iman seorang ikhwan.


 Ya, tidak dipungkiri, salah satu jalan utama syaitan untuk merasuk ke dalam 


dada seorang ikhwan adalah melalui akhwat itu tadi. Dalam sejarah, syaitan 


mengakui kepada Nabi Musa AS bahwa jalur utama syaitan dalam merasuk dan 


memperdaya manusia ada 3 : ketika Shalat, ketika marah, dan melalui akhwat.





Kali ini Insya Allah ane akan mengulas hasil rangkuman beberapa ulama

mengenai kekuatan akhwat yang dijadikan senjata oleh syaitan untuk

meluluhlantakkan hati seorang ikhwan. Tapi maaf sebelumnya, bukan bermaksud

 untuk memojokkan akhwat dan meninggikan ikhwan. Tapi hanya bermaksud

untuk saling mengingatkan. Karena, kalau hanya salah satu antara ikhwan atau

 akhwat saja yang menjaga hatinya, maka syaitan akan tetap mudah untuk

masuk. Tapi khan kalau kita sama-sama menjaga hati, Insya Allah akan lebih


baik bagi kita semua. Betul betul betul ?

Karena ingat, ketika syaitan sudah tidak mampu menyesatkan kita dengan

keburukan, maka dia akan menyesatkan kita dengan kebaikan. Faham khan?

Syaitan tidak akan pernah rela jika kita sebagai manusia mampu melenggang

mulus dan melakukan kebaikan tanpa dia ganggu. Naudzubillahi min dzalik.



Lantas apa kekuatan akhwat?



1. Air Mata.

Air mata akhwat adalah sesuatu yang seringkali digunakan syaitan untuk

meluluhkan hati seorang ikhwan. Air mata jelas sekali mampu meluluhkan hati

seorang ikhwan. Jangankan ikhwan biasa yang masih belajar tentang prinsip-

prinsip kehidupan. Seorang Umar bin Khattab RA yang ketika itu masih kafir dan

 memegang teguh prinsipnya pun diluluhkan oleh tangis adiknya hingga masuk




islam dan menjadi salah satu khalifah terkuat pada masa kejayaan islam di

dunia. Masih ingat khan kisahnya..?

So, gimana? Buat akhwat, afwan, bisa lebih berhati-hati lagi dalam

mengeluarkan air mata. Apalagi ketika sudah ada ikhwan yang bukan muhrim


 ada di sekitar anti. Apalagi kalau si ikhwannya ada perasaan sama anti. Wah,

 gawat tuh. Bisa-bisa Syaitan terbahak dan bertepuk tangan karena kelakuan kita

 itu. Naudzubillahi min dzalik.

Menangis adalah muara dari perasaan. Jikalau terlalu senang, kita bisa

menangis. Jikalau terlalu sedih pun demikian. Jikalau sangat marah, kita juga

mengeluarkan bulir-bulir air mata. Dan itu semua fitrah. Hanya saja, ketika ada

sesuatu yang tidak tepat pada tempatnya, baik tidak disengaja apalagi kalau

sengaja, akan menjadi senjata yang kuat bagi syaitan laknatullah.

Buat ikhwan, lebih waspada lagi sama syaitan..! Salah satunya lewat akhwat ini.

Coba aja bayangin, kalau ada akhwat memohon sesuatu ke kita, sampe

mengeluarkan air mata. Gimana sikap kita? Itu yang harus kita manage dengan

 sebaik mungkin. Tentu dengan manajemen hati yang tepat.



2. Senyuman.

Senyuman akhwat itu salah satu yang sangat mudah dijadikan oleh syaitan

dalam memperdaya ataupun melelehkan hati seorang ikhwan. Apalagi kalau si

akhwat yang sudah punya satu fikroh. Tentu akan sangat meluluhkan hati

seorang ikhwan.

Lantas bagaimana? Allah telah jelas dan tegas memerintahkan kita dalam surah

 An-Nur ayat ke 30 hingga ke 31. Ayatnya yang berbunyi : “Katakanlah kepada

 laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya...” dan ayat ke 31

 juga yang berbunyi “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar

mereka menjaga pandangannya....” menunjukkan solusi yang seharusnya kita

lakukan bersama. Para ikhwan maupun akhwat sudah selayaknya menjaga



pandangan mereka.

Ustadz ane bilang, kalau kita berbicara dengan lawan jenis sebaiknya tidak

melihat langsung kepada wajahnya. Lihatlah beberapa senti di sampingnya.

Senyum akhwat kalau sudah tertangkap oleh mata seorang ikhwan, weish... Bisa

bahaya tuh.




3. Tutur kata


Akhwat itu memiliki jenis suara yang berbeda dengan ikhwan. Jenis suara

akhwat itu lebih lembut dan tinggi daripada ikhwan. Kalau ikhwan, lebih nge-

bass dan lebih rendah. Ternyata itu juga dijadikan senjata oleh syaitan untuk

memperdaya ikhwan. Apalagi kalau si akhwatnya itu juga pakai intonasi yang

sengaja di’naik-turun’kan. Memberi nada centil. Wah, udah bahaya itu. Hati

ikhwan bisa berdesir mendengarnya.



Lantas bagaimana lagi? Untuk akhwat, berbicaralah yang tegas! Tidak


menimbulkan kesan

 yang manja atau


 gimanaaa gitu.. (ngerti khan? Hhe..) Berbicaralah dengan retorika yang tegas

dan seperlunya saja. Rasulullah SAW juga memerintahkan kita untuk berbicara

 yang benar, atau diam! Benar khan?


Suara akhwat itu sangat dilindungi dan dihargai oleh Islam. Bahkan ada

beberapa ulama yang mengatakan bahwa nasyid akhwat itu tidak baik didengar

 oleh ikhwan. Karena, getaran suaranya itu besar kemungkinan dapat

menimbulkan perasaan yang berbeda di hati ikhwan. Waduhh....

Ikhwan, jangan sok kasih perhatian. Jangan malah memancing akhwat untuk

bersuara seperti yang dimaksudkan tadi. Ya, berhati-hatilah dalam mengolah

hati. Berhati-hatilah dalam memberikan perhatian.





4. Berhias

Banyak perdebatan di sini. Tapi ternyata berbahaya juga lho. Salah satunya bagi

 akhwat yang memakai parfum atau wewangian. Rasulullah berkata bahawa 


barang siapa akhwat (wanita) yang memakai wewangian kemudian dia berjalan


 di depan seorang ikhwan (laki-laki) sehingga sang ikhwan mencium wewangian


 tersebut, maka sang akhwat dianggap pezina. Naudzubillahi min dzalik..

Yang masih jadi perdebatan itu tentang celak yang seringkali digunakan akhwat

. Apakah itu termasuk berhias yang berlebihan? Menurut ustadz ane sih, katanya

 yang namanya celak itu pada umumnya pada zaman Rasulullah dipakai untuk

ikhwan. Bukan akhwat. Adapun akhwat-akhwat muslimah yang memakai celak

itu hanya bagi suami-suami mereka, ketika suami mereka baru pulang dari


peperangan atau dari mencari nafkah bagi keluarga. Nah, kalau itu mah beda

lagi. Kalau sama suami, Insya Allah halal. Malah jadi pahala bagi sang akhwat.

 Jadi, celak yang digunakan tersebut kurang pas kalau dipakai sama akhwat-

akhwat di luar rumah. Apalagi kalau sengaja berniat berhias diri. Naudzubillahi

 min dzalik...





5. Kecerdasan

Nah, ini yang paling berbahaya atau paling sulit untuk dihindari. Akhwat yang

cerdas seringkali dijadikan senjata yang sangat ampuh untuk meluluhkan hati

seorang ikhwan. Seringkali ikhwan tidak melihat paras atau rupa dari si akhwat.

 Tapi kecerdasannya. Retorika berbicara serta bobot yang dia bicarakan. Apalagi

 kalau sudah satu fikrah, satu persepsi fikiran yang sama. Makanya, syaitan

paling sering memakai kelebihan akhwat yang satu ini.



Jalan keluarnya bagaimana? Untuk keseluruhan, sebenarnya hanya ada dua

intinya. Sang ikhwan harus menjaga diri serta hati mereka, dan sang akhwat

juga demikian. Ketika diri telah dibersihkan dan hati telah disucikan, Insya Allah

 tidak syaitan juga akan kelelahan menggoda kita. Jangan lupa fasilitas istigfar

yang diciptakan Allah untuk kita semua umat muslim. Selalu beristigfar setiap

waktu. Ingat Allah setiap waktu.

Semoga dengan itu kita mampu menghindarkan diri dari godaan syaitan

laknatullah. Insya Allah...

Nah, itu dia akhi, ukhti, rangkuman dari pendapat beberapa ulama mengenai

akhwat dan ikhwan dan syaitan ketika telah berada di antaranya. Semoga

bermanfaat ya..!

The Art Of Islam

No comments :

Post a Comment