tersendiri. Islam bahkan memandang akhwat adalah sosok yang sangat spesial
dan bahkan memberikan satu surat dalam Al-Quran untuk akhwat. An-Nisa.
Rasulullah pun berkata bahwa sosok yang harus kita cintai setelah Allah SWT
dan Rasulullah adalah : Ibu, Ibu, Ibu, barulah Ayah. Itu menunjukkan apresiasi
yang sangat tinggi yang diberikan oleh islam kepada Akhwat. (Tapi orang barat
suka bilang kalo islam itu melecehkan wanita.. Nah lho.. Mereka tidak melihat
fakta kali ye... hehehe)
t oleh Syaitan Laknatullah untuk meluluhkan kehebatan iman seorang ikhwan.
Ya, tidak dipungkiri, salah satu jalan utama syaitan untuk merasuk ke dalam
dada seorang ikhwan adalah melalui akhwat itu tadi. Dalam sejarah, syaitan
mengakui kepada Nabi Musa AS bahwa jalur utama syaitan dalam merasuk dan
memperdaya manusia ada 3 : ketika Shalat, ketika marah, dan melalui akhwat.
mengenai kekuatan akhwat yang dijadikan senjata oleh syaitan untuk
meluluhlantakkan hati seorang ikhwan. Tapi maaf sebelumnya, bukan bermaksud
untuk memojokkan akhwat dan meninggikan ikhwan. Tapi hanya bermaksud
untuk saling mengingatkan. Karena, kalau hanya salah satu antara ikhwan atau
akhwat saja yang menjaga hatinya, maka syaitan akan tetap mudah untuk
masuk. Tapi khan kalau kita sama-sama menjaga hati, Insya Allah akan lebih
baik bagi kita semua. Betul betul betul ?
keburukan, maka dia akan menyesatkan kita dengan kebaikan. Faham khan?
Syaitan tidak akan pernah rela jika kita sebagai manusia mampu melenggang
mulus dan melakukan kebaikan tanpa dia ganggu. Naudzubillahi min dzalik.
meluluhkan hati seorang ikhwan. Air mata jelas sekali mampu meluluhkan hati
seorang ikhwan. Jangankan ikhwan biasa yang masih belajar tentang prinsip-
prinsip kehidupan. Seorang Umar bin Khattab RA yang ketika itu masih kafir dan
memegang teguh prinsipnya pun diluluhkan oleh tangis adiknya hingga masuk
islam dan menjadi salah satu khalifah terkuat pada masa kejayaan islam di
dunia. Masih ingat khan kisahnya..?
mengeluarkan air mata. Apalagi ketika sudah ada ikhwan yang bukan muhrim
ada di sekitar anti. Apalagi kalau si ikhwannya ada perasaan sama anti. Wah,
gawat tuh. Bisa-bisa Syaitan terbahak dan bertepuk tangan karena kelakuan kita
itu. Naudzubillahi min dzalik.
menangis. Jikalau terlalu sedih pun demikian. Jikalau sangat marah, kita juga
mengeluarkan bulir-bulir air mata. Dan itu semua fitrah. Hanya saja, ketika ada
sesuatu yang tidak tepat pada tempatnya, baik tidak disengaja apalagi kalau
sengaja, akan menjadi senjata yang kuat bagi syaitan laknatullah.
dalam memperdaya ataupun melelehkan hati seorang ikhwan. Apalagi kalau si
akhwat yang sudah punya satu fikroh. Tentu akan sangat meluluhkan hati
seorang ikhwan.
An-Nur ayat ke 30 hingga ke 31. Ayatnya yang berbunyi : “Katakanlah kepada
laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya...” dan ayat ke 31
juga yang berbunyi “Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar
mereka menjaga pandangannya....” menunjukkan solusi yang seharusnya kita
lakukan bersama. Para ikhwan maupun akhwat sudah selayaknya menjaga
pandangan mereka.
melihat langsung kepada wajahnya. Lihatlah beberapa senti di sampingnya.
Senyum akhwat kalau sudah tertangkap oleh mata seorang ikhwan, weish... Bisa
bahaya tuh.
akhwat itu lebih lembut dan tinggi daripada ikhwan. Kalau ikhwan, lebih nge-
bass dan lebih rendah. Ternyata itu juga dijadikan senjata oleh syaitan untuk
memperdaya ikhwan. Apalagi kalau si akhwatnya itu juga pakai intonasi yang
sengaja di’naik-turun’kan. Memberi nada centil. Wah, udah bahaya itu. Hati
ikhwan bisa berdesir mendengarnya.
menimbulkan kesan
yang manja atau
gimanaaa gitu.. (ngerti khan? Hhe..) Berbicaralah dengan retorika yang tegas
dan seperlunya saja. Rasulullah SAW juga memerintahkan kita untuk berbicara
yang benar, atau diam! Benar khan?
beberapa ulama yang mengatakan bahwa nasyid akhwat itu tidak baik didengar
oleh ikhwan. Karena, getaran suaranya itu besar kemungkinan dapat
menimbulkan perasaan yang berbeda di hati ikhwan. Waduhh....
akhwat yang memakai parfum atau wewangian. Rasulullah berkata bahawa
barang siapa akhwat (wanita) yang memakai wewangian kemudian dia berjalan
di depan seorang ikhwan (laki-laki) sehingga sang ikhwan mencium wewangian
tersebut, maka sang akhwat dianggap pezina. Naudzubillahi min dzalik..
. Apakah itu termasuk berhias yang berlebihan? Menurut ustadz ane sih, katanya
yang namanya celak itu pada umumnya pada zaman Rasulullah dipakai untuk
ikhwan. Bukan akhwat. Adapun akhwat-akhwat muslimah yang memakai celak
itu hanya bagi suami-suami mereka, ketika suami mereka baru pulang dari
peperangan atau dari mencari nafkah bagi keluarga. Nah, kalau itu mah beda
lagi. Kalau sama suami, Insya Allah halal. Malah jadi pahala bagi sang akhwat.
Jadi, celak yang digunakan tersebut kurang pas kalau dipakai sama akhwat-
akhwat di luar rumah. Apalagi kalau sengaja berniat berhias diri. Naudzubillahi
min dzalik...
cerdas seringkali dijadikan senjata yang sangat ampuh untuk meluluhkan hati
seorang ikhwan. Seringkali ikhwan tidak melihat paras atau rupa dari si akhwat.
Tapi kecerdasannya. Retorika berbicara serta bobot yang dia bicarakan. Apalagi
kalau sudah satu fikrah, satu persepsi fikiran yang sama. Makanya, syaitan
paling sering memakai kelebihan akhwat yang satu ini.
intinya. Sang ikhwan harus menjaga diri serta hati mereka, dan sang akhwat
juga demikian. Ketika diri telah dibersihkan dan hati telah disucikan, Insya Allah
tidak syaitan juga akan kelelahan menggoda kita. Jangan lupa fasilitas istigfar
yang diciptakan Allah untuk kita semua umat muslim. Selalu beristigfar setiap
waktu. Ingat Allah setiap waktu.
laknatullah. Insya Allah...
akhwat dan ikhwan dan syaitan ketika telah berada di antaranya. Semoga
bermanfaat ya..!






No comments :
Post a Comment